Minggu, 09 Mei 2021

GABUNGAN ORMAS DESA BANYUURIP ADAKAN AKSI GERAKAN 1000 MASKER & GELAR BUKA BERSAMA




(Sumber Gambar : Dok. Pribadi LPers IPNU Banyuurip)

Banyuurip, 9 Mei 2021 - Tepat pada tanggal 27 Ramadhan 1442 gabungan seluruh organisasi masyarakat (ORMAS) Desa Banyuurip yang terdiri dari Muslimat NU, Fatayat NU, Ansor, IPNU, IPPNU, Pemuda Muhammadiyah bersama Pemuda Karang Taruna Tirta Jaya adakan AKSI gerakan bagi-bagi 1000 Masker dan buka bersama.
       Acara bagi-bagi masker ini dilaksanakan tepat di perempatan desa Banyuurip, depan tugu utama desa. Seperti yang telah disampaikan oleh kepala desa Banyuurip, Ihsanul Haris. Bahwa memang kegiatan ini adalah salah satu bentuk kita berikhtiar mencegah penularan Covid-19. "Acara ini sengaja menggandeng seluruh ormas, karena seperti yang telah sering saya sampaikan bahwa dimata Pemerintah Desa tak ada keberpihakan ke golongan manapun semua harus duduk bersama saling bersinergi membangun desa, lah kenapa bagi-bagi masker? Ya ini adalah bentuk ikhtiar kita bersama untuk mencegah penularan Covid-19 di desa kita menjelang Hari Raya", Tandas beliau.
      Sementara ketua IPNU Banyuurip mengatakan bahwa gabungan ormas ini bisa menggambarkan bahwasanya masyarakat di Desa Banyuurip ini ayem tentram meski banyak sekali perbedaan-perbedaan didalamnya. "Iya jelas ini menggambarkan bahwasanya desa ini masyarakatnya ayem tentram, rukun, perbedaan hanyalah simbol untuk memperkuat desa dan saling melengkapi", ungkap Rekan Nurus (Ketua IPNU Banyuurip).

         Acara yang berlangsung sejak sore hari ini dimulai pukul 16.00 - 17.00 WIB dan langsung lanjut kegiatan buka bersama di Balai Desa Banyuurip. Harapan selalu ada bagi siapapun yang mau berusaha, dengan angka penularan Covid19 yang masih tinggi ini maka kegiatan bagi masker ini diharapkan menjadi salah satu bentuk ikhtiar mencegah masuknya Covid19 ke Banyuurip. Sehingga hari raya nanti semua bisa berjalan normal, sejuk, dan penuh berkah.
  
  Dengan begitu semaraknya dan menggambarkan kerukunan hidup bermasyarakat. Seluruh ormas mengenakan sragam dan simbolnya masing-masing namun tetap saja bahu-membahu di jalanan membagikan 1000 Masker bersama-sama secara serentak. Sebuah Simbol kerukunan dan kebersamaan yang patut dicontoh oleh setiap ormas yang berada di Negeri ini, bahwa perbedaan itu adalah kunci saling melengkapi. Sesuai semboyan yang terpampang diatas cengkraman burung Garuda, Bhineka Tunggal Ika, Berbeda-beda tetapi tetap satu. (MAM/09/05/2021)

2 komentar: